banner blog Peningkatan Produktivitas melalui Cloud Computing

Peningkatan Produktivitas melalui Cloud Computing

Istilah Cloud Computing atau bisa juga disebut “komputasi awan”. Dimana teknologi ini menyediakan sumber daya yang cukup besar untuk dimafaatkan melalui jaringan internet. Secara garis besar perusahaan tersebut menyediakan “komputer raksasa”. Kemudian power komputer tersebut dikelola dalam sebuah “paket khusus” bagi pengguna.

Pada pembahasan mengenai bagian-bagian komputer dan cara kerjanya sudah jelas. Bahwa sebuah komputer terdiri dari bagian inti seperti; Prosesor, RAM, Penyimpanan atau storage. Bagian-bagian tersebut dapat dimiliki oleh pengguna yang ingin “menyewa” komputer tersebut secara virtual. Tanpa harus memiliki komputer fisik, pengguna dapat request spesifikasi sesuai budget.

Kemudian, pada pembahasan mengenai sistem operasi dan aplikasi pada komputer juga sudah jelas. Sebuah komputer tentunya memiliki OS dan aplikasi pendukung lainnya. Sistem operasi beserta aplikasinya juga disediakan oleh perusahaan cloud computing bagi pengguna. Tanpa harus melakukan instalasi yang rumit (bagi sebagian orang). Pengguna dapat memanfaatkan beberapa aplikasi tersebut.

Jadi, komputasi awan dapat digunakan melalui jaringan internet sebagai jalur komunikasi antara server dengan pengguna. Server atau komputer induk menyediakan paket hardware dan paket software yang bisa di sewa. Perusahaan atau perorangan tidak perlu lagi menggaji staff IT untuk build up, manajemen, dan maintenance. Semua tinggal bayar dan pakai saja.

Melalui web browser saja Anda bisa mengoperasikan cloud computing yang ada pesan. Bagi beberapa kalangan, teknologi ini benar-benar efisien atau ujung-ujungnya low cost. Anda tidak memerlukan kemampuan coding bahasa apapun seperti HTML, CSS, XML, PHP dan lainnya. Bahkan saat ini optimalisasi komputasi awan diarahkan pada pengguna gadget seperti smartphone dan tablet.

Sumber: pixabay.com

Jenis Layanan Cloud Computing

Peningkatan produktivitas melalui cloud computing dibedakan menjadi 3 yakni;

  1. Software as a Service (SaaS)
  2. Platform as a Service (Paas)
  3. Infrasucture as a Service (IaaS)

Software as s Service (SaaS)

Merupakan jenis cloud computing yang menyediakan layanan penggunaan aplikasi secara online. Tanpa harus melakukan instalasi, Anda bisa menggunakannya secara langsung. Contoh kongkritya adalah penggunaan Google Drive. Layanan yang bisa kita manfaatkan seperti; Google Doc, Google Spreadsheet, Google Slide, dan lainnya.

Itu tadi aplikasi perkantoran yang dapat Anda manfaatkan secara cloud. Saat ini beberapa raksasa software seperti Adobe dan Autodesk juga mengarah pada layanan cloud. Bagi mereka (raksasa itu hehehe…) sistem cloud lebih efisien karena pengguna hanya perlu menyewa. Urusan dapur atau back end, pelanggan tidak perlu repot.

Bagi pengguna layanan SaaS ini juga memberikan beberapa keuntungan. Hanya perlu melakukan sign up dan bayar hehehe… kemudian bisa sign in dan menggunakan fitur yang ada. Bahkan, ketika perusahaan memiliki update fitur terbaru, tentu pelanggan akan mendapatkan fitur tersebut. Bukan hanya itu, penyimpanan file-file hasil pekerjaan juga secara otomatis di-include-kan.

Platform as a Service (PaaS)

Yang satu ini khusu bagi Anda yang ingin menghasilkan sebuah masterpiece dalam bentuk aplikasi. Yap! saat ini pekerjaan sebagai seorang programmer terbuka untuk umum. Siapapun asal ada kemauan dan tekun belajar pasti bisa! Layanan ini menyediakan sebuah platform atau sederhannya seperti wadah. Dimana wadah ini menyediakan berbagai fitur dalam men-develop sebuah aplikasi.

Salah satu penyedia layanan Paas adalah IBM Bluemix atau saat ini dikenal dengan nama Cloud IBM. Anda juga bisa mempelajari layanan cloud jenis PaaS dari sumber ini. Bagi seorang creator aplikasi yang ingin melakukan efisiensi pekerjaan, menggunakan layanan PaaS adalah solusi. Dimana PaaS bisa digunakan untuk membuat aplikasi sekaligu melakukan pengujiannya.

Walaupun begitu, dalam menggunakan layanan PaaS Anda juga memerlukan kemampuan memahami bahasa pemrograman. Dimana bahasa pemrograman begitu banyak disesuaikan dengan tipikal aplikasi yang akan Anda buat. Penulis menyarankan Anda untuk mengakses komunitas yang menyediakan semacam ekosistem developer. Salah satu contohnya adalah Dicoding Indonesia.

Infrastructure as a Service

Bagi perorangan, layanan IaaS mungkin jarang digunakan. Mengingat biayanya yang tidak murah ditambah alur kerja yang kompleks. Target provider yang menyediakan layanan ini adalah perusahaan yang sudah mapan. Yang kemudian kebutuhan pengolahan data yang super besar. Maka perusahaan tersebut membutuhkan sistem komputasi yang handal, terintegrasi dan aman.

Kecepatan, space yang fleksibel, integrasi multi platform dan tingkat sekuriti yang tinggi menjadi faktor penting. Contohnya saja penyedia layanan IaaS besar seperti Google Compute Engine. Pelanggannya siapa saja? Paypall, Twitter, Spotify, Ebay, bahkan GoJek dan masih banyak yang lainnya (cek disini). Kemampuan Google sebagai data center untuk mengelola Big Data tidak perlu diragukan lagi.

Saat ini perkembangan IaaS dalam negeri sudah cukup pesat. Munculnya berbagai bentuk startup dalam negeri tentu memerlukan layanan ini. Mereka hanya perlu fokus dalam mengembangkan sistem dan upaya promosi atau marketing saja. Urusan teknis, khususnya dalam hal komputasi yang mumpuni mereka serahkan ke provider.

Baca Juga: Membuat Game Android Mudah Menggunakan GDevelop

Memahami Cloud Computing secara Sederhana

ilustrasi cloud computing
Sumber: dewaweb.com

Pada gambar di atas yang rumit adalah bagian kana atau back end. Yang kiri atau front end hanya perlu “mantengin” web browser. Seperti pada pembahasan di awal, jaringan internet mutlak sebagai penghubung. User tidak perlu tahu bagaimana proses dan aktivitas yang terjadi pada bagian back end. Cukup bayar paket layanan dan duduk manis sambil ngopi di depan layar.

Komputasi awan akan menyediakan infrastruktur (hardware) fisik yang dapat dikontrol oleh pengguna. Padahal kalau Anda tahu, di balik layar perlu prosedur kerja ekstra dalam memberikan servis tersebut. Salah satu penyedia komputasi awan yang bermarkas di Indonesia adalah wowrack. Anda bisa melihat seperti apa fisik komputer yang mereka gunakan untuk melayani penggunanya.

Sumber: Channel Youtube Wowrack Indonesia

Selain menyediakan infrastruktur tersebut provider perlu membuat sebuah sistem visual bagi pengguna. Maka dibutuhkan aplikasi server yang mampu mengelola traffik data antara database dengan pengguna yang mungkin bisa mencapai ratusan ribu bahkan jutaan dalam hitungan detik. Bisa dibayangkan bahwa komputer-komputer itu harus bisa up time 24 jam.

Karena berbasis internet, maka sistem visual yang harus dipersiapkan adalah web server. Dimana web server ini sebagai sebuah jembatan antara pengguna dan paket layanan provider. Pengaturan terhadap paket layanan A – Z yang dibutuhkan harus tersedia di web browser. Pengguna tidak perlu tahu bagaimana baris kode-kode yang dibuat oleh provider. Bisa-bisa pusing para pelanggannya hehehe…

What’s Next ?

Kedepannya, mungkin komputer atau laptop yang kita miliki tidak memerlukan ruang penyimpanan yang besar. Bisa jadi layanan cloud computing seperti SaaS akan ramai digunakan. Tanpa perlu instal aplikasi di komputer cukup pakai browser dan internet. Pekerjaan bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Anda tidak perlu membawa flashdisk, ups ! atau bahkan tidak khawatir ketinggalan barang mungil itu. Cukup satu akun, seluruh pekerjaan bisa diakses menggunakan perangkat apapun.

Dibalik kemudahan tersebut, faktor keamanan terhadap data perlu dipikirkan. Anda perlu mempelajari setiap resiko-resiko yang timbul ketika menggunakan layanan cloud computing suatu provider. Pertama, keamanan akun kita harus menjadi prioritas utama. Anda perlu berhati-hati dan tidak sembrono seperti meminjamkan komputer pribadi kita pada orang yang tidak dikenal.

Jangan sampai informasi akun kita jatuh ke tangan orang-orang yang berpotensi merugikan. Kedua, kredibitas sebuah provider perlu kita pikirkan. Provider akan memberikan layanan cloud computing yang gratis dan berbayar. Tentunya antara yang gratis dan berbayar memiliki fitur yang berbeda-beda. Mungkin ada beberapa provider yang memberikan layanan gratis namun beresiko meminta dan menyebarkan data pribadi.

Perkembangan komputasi awan pada masa mendatang akan semakin pesat. Dimana era big data menjadi kebutuhan terhadap pengembangan sistem bidang apapun dalam kehidupan. Database dalam bidang pendidikan bisa jadi bermanfaat dalam pengembangan sistem kesehatan, sistem keuangan, dan sistem lainnya. Bagaimana sinkronisasi tersebut dapat dilakukan? tentunya big data yang terintegrasi dalam komputasi awan.


Disclaimer: layanan cloud computing oleh provider yang disebutkan dalam tulisan ini tidak berafiliasi apapun dengan penulis. Maka penulis melepaskan diri dari tanggungjawab atas penggunaan dan dampak dari penggunaan layanan tersebut.

Penulis

Sabar, S.Pd., M.Pd. adalah dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBMT Surabaya. Mengampuh mata kuliah Aplikasi Komputer dan Manajemen Informasi Sistem.

Tinggalkan komentar

Open chat
Diskusi yuk...