blog banner Membuat Gambar Proporsional menggunakan Canva

Membuat Gambar Proporsional menggunakan Canva

Membuat gambar proporsional menggunakan Canva saat ini merupakan trend. Mengapa demikian? Canva memberikan kemudahan yang cukup banyak, meskipun dalam versi gratis. Hanya dengan membuat akun, Anda bisa mendapatkan kemudahan dalam menghasilkan sebuah karya visual.

Canva bermanfaat bagi pekerja di bidang social media strategist maupun konten kreator digital. Beberapa template standar telah tersedia dan tinggal pakai, tentunya dengan sedikit otak-atik.

Template Social MediaResolusi
Instagram Post1080 x 1080 px
Instagram Story1080 x 1920 px
Facebook Cover820 x 312 px
Facebook Story1080 x 1920 px
Facebook Post940 x 788 px
Blog Banner560 x 315 px
Blog Graphic800 x 1200 px
Youtube Thumbnail1280 x 720 px
Youtube Channel Art2560 x 1440 px
Twitter Post1024 x 512 px
Twitter Header1500 x 500 px
sumber: canva.com (2020)

Memahami dan Menggunakan Gambar Proporsional

Kata proporsional dalam hal ini ada 2 hal yakni; bentuk dan ukuran. Pada tabel di atas telah jelas bahwa masing-masing platform sosial media punya standar grafis. Dengan menggunakan bantuan Canva, Anda tidak perlu menset proporsi sebuah gambar.

sumber: sproutsocial.com

Proporsional Secara Bentuk

Secara bentuk, proporsi gambar perlu dipahami mengenai berapa “panjang” dan “lebar”nya. Anda harus tanamkan bahwa semua gambar yang dihasilkan berbentuk “Persegi”. Dan persegi pasti memiliki 2 bentuk saja, bujur sangkar atau familiar disebut persegi dan persegi panjang.

Persegi atau square (kotak) memiliki panjang dan lebar yang sama. Artinya ukuran masing-masing sisi gambar tersebut sama. Dari tabel di atas, manakah template yang memiliki proporsi “Square” ? Yes ! Instagram post lebih tepat jawabannya dengan resolusi 1080 x 1080 px (pixel).

Sedangkan proporsi persegi panjang atau “rectangle” memiliki ukuran panjang dan lebar yang berbeda. Dari tabel di atas jelas bahwa selain template IG post, semuanya berbentuk persegi panjang. Entah dalam orientasi landscape ataupun portrait.

Proporsi dalam hal bentuk ini bertujuan untuk memberikan “frame” agar seluruh unsur grafis tercover. Seluruh teks, simbol, dan objek lainnya sebagai penjelas suatu pesan dapat terakomodasi. Selain itu, pemilihan resolusi ini akan memberikan visualisasi yang pas. Sehingga gambar tidak terkesan “kurus” atau “gemuk” akibat penyesuaian secara manual maupun auto oleh sistem.

Baca Juga: Grammarly, Platform Penyedia Jasa Cek Grammar Online

Proporsional Secara Ukuran

Sedangkan secara ukuran, proporsi gambar yang di maksud adalah seberapa besar “byte” sebuah gambar. Memproduksi gambar menggunakan Canva secara gratis akan diberikan 2 pilihan jenis ekstensi file, JPEG dan PNG. Ekstensi PNG memiliki ukuran gambar yang lebih besar dibandingkan JPEG.

Dengan resolusi 1080 x 1080 px, gambar yang akan dihasilkan dengan ukuran PNG memiliki ukuran 2 – 3 kali ukuran JPEG. Jika gambar dengan ekstensi JPEG berukuran 100 KB (Kilobyte), maka gambar ekstensi PNG memiliki ukuran 200 – 300 KB. Ukuran ini bergantung pada seberapa banyak objek visual yang digunakan untuk menghasilkan gambar.

Mengapa perlu memperhatikan ukuran gambar? Bagi industri percetakkan, gambar dengan ukuran besar sangat penting. Dengan ukuran besar, tentu resolusi juga semakin besar. Maka hasil cetak juga akan bagus, karena resolusi yang tinggi akan menghasilkan kerapatan gambar yang baik.

Untuk “bahan” posting atau upload di sosial media maupun website atau blog? Tentu berbeda, gambar yang berukuran rendah akan lebih baik. Karena tingkat “load” akan semakin singkat dan tidak terasa berat. Fungsi gambar untuk kebutuhan noncetak lebih diutamakan sebagai “dekorasi” sebuah pesan tulisan. Terbayang kan bagaimana rasanya membuka website yang super “lemot”?

Reproduksi Gambar Hasil Canva

Ada 2 masalah mengapa perlu melakukan reproduksi gambar. Pertama, bentuk yang tidak proporsional. Harusnya menggunakan gambar dengan proporsi “square” tapi adanya yang “rectangle”. Kedua, ukurannya tidak proporsional. Butuhnya gambar yang berukuran tidak lebih dari 100 Kb tapi adanya yang 200 Kb atau bahkan lebih.

Reproduksi gambar hasil canva
sumber: studioantelope.com

Solusi untuk masalah pertama adalah melakukan editing standar dengan melakukan cropping. Crop atau memangkas sebuah gambar terkadang diperlukan. Namun perlu diperhatikan apakah komponen gambar yang berisi informasi penting tidak terbuang. Jika iya terbuang, maka perlu memperbaiki ulang sumber utama gambar.

Beberapa tools yang dapat digunakan mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks. Bahkan beberapa platform juga menyediakan pemangkasan gambar secara online. Jadi tidak perlu melakukan instalasi aplikasi tertentu. Salah satu aplikasi editing grafis yang bisa digunakan dan open source alias gratis adalah GIMP.

Sedangkan untuk masalah kedua solusinya adalah dengan cara melakukan kompresi ukuran gambar. Kompresi dilakukan dengan tujuan untuk menekan ukuran dan resolusi gambar lebih rendah. Bahkan, gambar yang berukuran MB (Megabyte) bisa ditekan sampai menjadi ukuran KB (Kilobyte).

Metode ini dapat dilakukan secara offline maupun online, sama seperti pada masalah pertama. Salah satu tools yang gratis dan cukup powerfull adalah PIX Resizer. Aplikasi ini selain menekan ukuran gambar, juga bisa merubah ekstensi file gambar.

Improvisasi dengan Vendor Lain

sumber: istockphoto.com

Menggunakan Canva sebagai “the only one” dalam membuat gambar tidaklah tepat. Dengan paket penggunaan premium dan free tentunya ada batasan. Untuk yang premium tidak perlu dibahas, asal bisa bayar semua fitur pasti “unlocking”.

Untuk yang free, tentu akan ada batasan seperti ketersediaan stok foto dan elemen grafis lainnya. Maka kita perlu melakukan kolaborasi dengan vendor grafis lain. Untuk stok foto Anda bisa memanfaatkan pixabay, unsplash, dan flaticon.

Dua vendor ini sebenarnya tidak 100% gratis, ada juga foto dan elemen grafis yang harus bayar. Tapi kita bisa manfaatkan dengan mengambil yang gratis saja. Jadi, Anda cukup membuat akun kemudian bisa mengambil stok gratisan yang diperlukan.

Tinggalkan komentar

Open chat
Diskusi yuk...