Hai Sahabat Skula, 

Terkadang ketika kita melihat anak-anak sedang asyik bermain, tanpa sadar dalam hati berkata, “Enak banget nih anak main terus, kapan belajarnya?” Nah apakah diantara sahabat skula ada yang masih berpikir demikian?Apa benar jika anak bermain saja, tanda bahwa anak tidak belajar?

Bermain, Sarana Tumbuh Kembang Anak

Benarkah bahwa bermain adalah salah satu sarana anak untuk bisa memaksimalkan tumbuh kembang dengan baik? Penelitian dari para ahli menunjukkan bahwa 75% perkembangan seseorang terjadi setelah lahir. Salah satu kegiatan yang dapat memaksimalkan perkembangan otak anak adalah dengan bermain. Kenapa bermain? Karena dalam kegiatan bermain menggabungkan segala proses perkembangan dalam diri anak. Dalam kegiatan bermain, anak bisa melatih kemampuan motorik, sosial, dan masih banyak lagi. 

Bermain juga dapat mengalihkan anak dari ketergantungan pada gadget. Seperti yang kita ketahui bersama bawha gadget memiliki pengaruh yang kurang baik bagi perkembangan anak. Gadget membuat anak terpaku dalam sebuah kegiatan sehingga anak tidak terlatih fisiknya secara aktif dan kurang memiliki daya imajinatif. 

Permainan Balok pada Anak termasuk Constructive Play (sumber: pixabay.com)

Ragam jenis permainan pada anak

Banyak sekali ragam permainan untuk anak, ada yang berbentuk permainan tradisional, ada pula yang berbentuk permainan modern. Ragam jenis permainan juga bisa dibagi berdasarkan kemanfaatannya. Berikut adalah jenis permainan berdasarkan manfaatnya yang bisa sahabat skula lakukan dirumah.

Pertama, Social Play

Permainan ini dapat melatih anak berinteraksi dengan orang lain, seperti belajar bekerja sama, belajar menghargai orang lain, belajar untuk dapat berbagi, dan msih banyak lagi. Permainan yang termasuk kategori social play adalah bermain bola, petak umpet, dan lain-lain. 

kedua, physical play

Permainan ini mengasah kemampuan fisik anak. Permainan fisik akan melatih otot tangan dan kaki anak menjadi lebih kuat. Permainan fisik juga melatih anak manjadi tangguh dan mandiri. Contoh dari permainan fisik adalah permainan kasti, panjat dinding, gobak sodor, dan masih banyak lagi.

ketiga, constructive play

Permainan melatih anak untuk dapat membangun sesuatu. Constructive Play dapat membantu anak mengasah kemampuan berpikir konstruk (membangun) pada anak, seperti halnya logika dan eksplorasi lingkungan. Contoh dari tipe permainan ini adalah permainan puzzle, lego, nalok, dan lain-lain. 

Ilustrasi anak bermain imajinasi (sumber: pixabay.com)
keempat, fantasy play

Tipe permainan ini akan mengasah kemampuan anak untuk dapat bermain peran, memainkan imajinasi, dan mengasah kemampuannya untuk menegendalikan emosi. Contohny adalah bermain jualan-jualanan, masak-masakan, dan lain-lain. 

Itu tadi adalah sedikit pemaparan tentang tipe-tipe dan contoh permainan anak yang bisa dilakukan dirumah. Bermain bagi anak tidak harus berupa mainan mahal, tapi permainan sederhana pun dapat membantu anak untuk menstimulasi tumbuh kembangnya. Menciptakan permainan yang menyenangkan bagi anak memang memerlukan kretivitas orang tua. Bahkan barang bekas saja bisa menjadi permainan yang mengasyikkan bagi anak. Yuk bagikan pengalaman anda dalam kolom komentar, kegiatan permainan yang sering dimainkan bersama anak. Selamat berkreasi!

Sumber: disarikan dari Buku Play and Learn karya dr. Meta Hanindita, Sp. A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *