Hai Sahabat Skula!

Memiliki anak yang mandiri dan tak manja tentu saja adalah dambaan dari setiap orang tua. Terkadang para orang tua masa kini memiliki ketakutan apakah anaknya akan memiliki sikap yang mandiri atau tidak bergantung pada orang lain. Bagaimana tidak, anak-anak pada zaman saat ini lahir dengan kondisi yang serba mudah. Kebanyakan dari orang tua pun memiliki asisten atau pengasuh khusus buah hati mereka yang siap melayani 24 jam. 

Ilustrasi Anak Belajar Mandiri (sumber: www.pixabay.com)
Mulai kapan harusnya mengajarkan kemandirian pada anak?

Mengajarkan kemandirian pada anak dapat dilakukan mulai sedini mungkin. Banyak cara-cara sederhana untuk mengajarkan kemandirian pada anak, misalnya membereskan mainan sendiri, menaruh piring kotor didapur, dan lainnya. Tentu saja, kemandirian yang dimaksud sesuai dengan tahapan usianya. 

Apa manfaat Mengajarkan Kemandirian pada anak?

Mengajarkan kemandirian pada anak tentu saja memiliki banyak manfaat. Anak dapat tumbuh menjadi anak yang tidak bergantung pada orang lain. Terlebih lagi, dengan mengajarkan kemandirian pada anak dapat memupuk rasa percaya diri pada anak. Selain itu, anak dapat menyadari kemampuan yang dimilikinya sehingga self-esteem anak dapat berkembang dengan baik. 

Melatih kemandirian pada anak memang bukan hal yang mudah. Bahkan bisa saja justru menguras kesabaran kita. Namun tenang saja, hal ini akan berbuah manis di kemudian hari. Ada beberapa tips mengajarkan anak kemandirian yang telah dirangkum oleh Skula Edu, simak ya!

Tips Mengajarkan Kemandirian pada Anak

pertama, Menyiapkan Waktu yang Lebih Banyak

Awal mengajrkan kemandirian pada anak tentu saja tidak langsung berhasil. Anak pasti masih dalam tahap beradaptasi. Oleh karena itu, tidak ada salahnya menyesuaikan jadwal agar ada kelonggaran waktu untuk anak menyelesaikan tugasnya.

Sebagai contoh mengajarkan anak untuk dapat makan sendiri sebelum berangkat sekolah. Maka luangkan waktu 15-30 menit lebih awal dari jadwal sarapan seperti biasanya. Hal ini untuk menanggulangi lama waktu yang diperlukan anak untuk makan sendiri tanpa bantuan orang lain. Selain itu juga untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan seperti ketumpahan air, dan lainnya. 

Kedua, Berikan Kepercayaan Anak untuk Melakukan Tugasnya Sendiri

Memberikan kepercayaan pada anak untuk dapat melakukannya sendiri bukanlah hal yang mudah bagi orang tua. Terkadang tangan kita rasanya ikut “gatal” apabila anak sedang belajar melakukan kegiatannya sendiri. Namun, Sahabat Skula sebagai bunda atau pengajar harus sabar agar anak dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. 

dokter Meta Hanindita menyampaikan dalam bukunya, berikan kepercayaan pada anak untuk dapat melakukannya sendiri, jangan menawarkan bantuan apabila anak tidak meminta bantuan, karena hal itu dapat mengurangi rasa percatya dirinya. 

Ketiga, Berikan Fasilitas Anak untuk Mempermudahnya Belajar Mandiri

Ketika kita mengajarkan anak untuk dapat melakukan semuanya sendiri, maka kita harus siap dengan memberikan anak fasilitas yang memudahkan anak untuk melakukan pekerjaannya sendiri. Sebagai contoh, jika hendak mengajarkan anak untuk dapat membereskan mainannya sendiri, maka berikan kotak penyimpanan dekat dengan anak. Hal ini memudahkan anak untuk menyelesaikan pekerjaannya sendiri.

Keempat, Berikan Pujian Ketika Anak Berhasil 

Tidak ada salahnya memberikan sedikit pujian ketika anak berhasil melakukan pekerjaannya dengan baik. Dengan memberikan pujian maka anak dapat termotivasi untuk melakukan pekerjaanya kembali. Tidak usah merasa anak harus sempurna dalam melakukan tugas awalnya. Sedikit perhatian dari bunda ataupun pengajar akan memberikannya semangat. 

Kelima, Memastikan untuk Tak Ada Bahaya Didekat Anak

Sebelum mengajarkan anak untuk dapat melakukan pekerjaan secara mandiri, maka pastikan terlebih dahulu tak ada bahaya didekat anak. Seperti pisau, gunting, atau benda apa saja yang dapat melukai anak. Jika mengajarkan anak untuk dapat makan sendiri, maka gunakan peralatan makan berbahan plastik dan food grade agar anak tetap aman menggunakannya sendiri tanpa bantuan orang lain.

Itu tadi sedikit ulasan tips bagaimana mengajarkan kemandirian pada anak, Bisa dipraktikkan dirumah oleh Bunda ataupun di sekolah bersama Guru tercinta. Mengajarkan kemandirian pada anak sangat penting untuk perkembangan anak kedepannya. Namun, tentu saja kita harus memperhatikan berbagai sisi agar anak tetap berada dalam jalur aman ketika proses belajarnya. Tinggalkan pesan dikolom komentar untuk kritik, saran, maupun pertanyaan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *